Senin, 19 Maret 2012

SANITASI MAKANAN

Prinsip-prinsip Sanitasi Makanan dan Bahan Pangan

1. Pentingnya Sertifikat Kursus Hygiene Sanitasi Makanan diperoleh dari institusi Penyelenggara Kursus sesuai peraturan yang berlaku, seperti Institusi pemerintah

( Dinas Kesehatan Kab/Kota ), Lembaga Kursus Resmi (Berbadan Hukum)

2. Proses Masak Memasak Makanan dimulai dari Proses Peracikan, Pengolahan/Pemasakan, Penempatan Sementara, sampai Penyimpanan.

3. Penyediaan Air Bersih di Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), kualitasnya harus memenuhi syarat kesehatan sesuai Kepmenkes RI No. 907 Tahun 2002, tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas air Minum.

4. Prinsip Hygiene dan Sanitasi Makanan melalui Pengendalian terhadap 4 Faktor Penyehatan Makanan, yakni : faktor Tempat/Bangunan, Peralatan, Orang, dan Bahan makanan. Empat aspek hygiene sanitasi makanan yang dapat mempengaruhi keamanan makanan yang terdiri dari kontaminasi, keracunan, pembusukan, pemalsuan.

5. Struktur dan Tata Letak Dapur: Dapur yang baik adalah dapur yang enak dipergunakan, mencegah kelelahan, mencegah terjadinya pencemaran dan aman dipergunakan serta memadai untuk sejumlah orang yang bekerja.

6. Sesuai Peraturan Perundang-Undangan Hygiene Sanitasi Makanan, diharapkan Makanan dan Minuman yang di Komsumsi Masyarakat harus aman, bersih (hygienis) dan sehat (UU No. 36/2009 tentang Kesehatan).

7. Persyaratan Hygiene dan Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) : Lokasi, Kontruksi, Halaman, Tata Ruang, Lantai, Dinding, Atap dan Langit-Langit, Pintu dan Jendela, Pencahayaan, Ventilasi/Penghawaan, Ruang Pengolahan Makanan, Fasilitas Pencucian Peralatan Dan Bahan Makanan, Tempat Cuci Tangan, Air Bersih, Jamban dan Peturasan, Kamar Mandi, Tempat Sampah, Fasilitas Penyimpanan Pakaian Karyawan (Locker), Pembersihan dan Pemeliharaan.

8. Pembuangan Sampah (sampah basah dan sampah kering) dan pengelolaan Limbah antaralain : Kotoran Manusia (tinja), Air limbah, Sampah, Asap Dapur.

9. Penanganan Alat Pendingin : Makanan yang banyak mengandung lemak dan air sehingga mudah rusak, dimasukan kedalam alat pendingin. Adapun jenis dari alat pendingin Kulkas/lemari es, Lemari freezer, Boks es, kamar dingin untuk makanan yang terbuat dari santan hanya dapat bertahan selama waktu 4 jam.Hygiene

10. Perorangan (Personal Hygiene) : kunci keberhasilan dalam pengelolaan makanan yang aman dan sehat yakni perilaku dan kebiasaan yang hygienis para penjamu makanan harus diperhatikan.

Mengenai pemberdayaan masalah perilaku memang sangat sulit untuk diubah, sehingga diperlukan adanya persuasi, pembinaan dan pendekatan setiap waktu.

Sumber :www.puskel.com/5-upaya-dasar-program-kesehatan-lingkungan

Selasa, 21 Februari 2012

BAHAN BERBAHAYA DALAM JAJANAN SEKOLAH

Ini Dia 4 Bahan Berbahaya di Jajanan Sekolah

Empat bahan tersebut adalah:
1. Formalin
Formalin merupakan larutan yang biasa digunakan sebagai bahan perekat kayu dan disinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat.
Bahan ini biasa disalahgunakan untuk makanan jenis mie basah, tahu, baso dan ikan agar lebih awet. Ciri-ciri umum pangan mengandung formalin adalah pangan tersebut tidak rusak sampai dua hari pada suhu 25 derajat celcius dan bertahan lebih dari 15 hari
2. Boraks
Borak merupakan senyawa kimia yang biasa digunakan untuk bahan pembuat deterjen dan antiseptik.
Bahan ini biasa disalahgunakan untuk makanan jenis mie, baso, kerupuk dan lontong agar lebih awet. Ciri-ciri umum pangan mengandung Boraks adalah pangan tersebut memiliki tekstur kenyal.
3. Rhodamin B
Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal warna merah yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan kertas.
Bahan ini biasa disalahgunakan untuk pewarna makanan jenis es puter, kerupuk dan jajanan berwarna merah. Ciri-ciri umum pangan mengandung Rhodamin B adalah pangan tersebut memiliki warna merah mencolok dan cenderung berpendar dengan titik warna yang tidak homogen.
4. Methanil Yellow
Methanil Yellow adalah zat pewarna sintetis yang biasa digunakan untuk pewarna tekstil dan cat.
Bahan ini biasa disalahgunakan untuk pewarna krupuk dan jajanan berwarna kuning. Ciri-ciri umum pangan mengandung Methanil Yellow adalah pangan tersebut memiliki warna kuning mencolok dan cenderung berpendar dengan titik warna yang tidak homogen.

Senin, 08 November 2010

Meredakan Sakit Perut Dengan Cara Alami

Apa yang Anda lakukan saat sakit perut tiba-tiba menyerang? Mungkin rasa kesal yang datang mengikutinya serangan sakit ini. Sebenarnya banyak penyebab dari sakit perut, bisa karena Anda makan terlalu cepat, makan terlalu banyak atau makan masakan pedas, selain itu stres bisa juga jadi pemicu sakit perut. Tapi jangan khawatir, ada banyak obat yang bisa Anda pilih untuk meredakan sakit perut. Tapi kalau Anda penggemar pengobatan alami, coba simak beberapa yang kami sarankan ini.

1. Jahe. Herbal satu ini dipercaya dapat meringankan sakit perut. Jika perut Anda melilit-lilit, Anda bisa meminum teh jahe untuk meredakannya.

2. Teh chamomile juga dapat bermanfaat untuk meredakan sakit perut. Mungkin agak sulit mendapatkan teh ini, tapi sekarang juga sudah dijual di supermarket dalam bentuk kemasan.

3. Yogurt juga dapat membantu meringankan sakit perut. Saat bakteri jahat menyerang dan membuat perut Anda sakit, yogurt dengan kandungan bakteri baik dapat mengatasinya. Yogurt juga bekerja sangat baik sebagai laxative (pencahar) alami.

4. Peppermint dipercaya dapat membantu meringankan sakit perut. Jika tersedia, Anda bisa melarutkan peppermint oil dalam air hangat dan meminumnya. Jika tidak, permen peppermint juga bisa sedikit membantu.

5. Minum air putih sebanyak-banyaknya. Air dapat membantu menyiram bakteri keluar dari sistem tubuh dan lalu mengeluarkan racun ini dari tubuh.

6. Berbaring dan meletakkan kaki di tumpukan bantal juga bisa membantu meringankan sakit perut. Pejamkan mata dan tarik nafas dalam-dalam, isi botol kaca dengan air hangat dan letakkan di perut sembari Anda berbaring. Cara ini juga cukup meringankan untuk sakit perut akibat menstruasi. (kpl/erl) (http://www.kapanlagi.com/)

MENKES AJAK MASYARAKAT SEBARKAN PESAN KESEHATAN

Menkes mengajak berbagai kelompok masyarakat, guru, remaja, wanita, selebriti, swasta, media massa cetak dan elektronik, organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi untuk menyebarluaskan pesan kesehatan dan menjadikan diri sendiri sebagai teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat sesuai dengan peran dan profesi masing-masing.

“Semoga pesan kesehatan yang ada dalam buku ini dapat diterapkan sebagai kebiasaan hidup masyarakat Indonesia”, ujar Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal, dr. Ratna Rosita, MPHM saat peluncuran buku ”Penuntun Hidup Sehat” di Jakarta, Rabu 3 November 2010.

Menurut laporan UNICEF, pada tahun 2008, ada sekitar sembilan juta anak usia di bawah lima tahun yang meninggal akibat penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah. Dua per tiga lebih dari jumlah tersebut meninggal pada usia kurang dari satu tahun. Jutaan anak yang kemudian berhasil selamat, ternyata harus hidup dalam serba kekurangan, sehingga mereka tidak mampu mengembangkan potensinya secara optimal.

Menkes berharap melalui peluncuran buku ini akan memperkuat komitmen berbagai pihak untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Hasil yang dicapai dapat terlihat dari indikator kesehatan anak dan bayi yang menunjukkan kecenderungan membaik sejak tahun 1990an dan diharapkan tahun 2015 target dapat tercapai. Saat ini di Indonesia, angka kematian bayi (AKB) 34 per 1.000 kelahiran hidup, dan angka kematian ibu (AKI) mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup.

Namun upaya penurunan AKB dan AKI terkait target MDGs tahun 2015 ini tidak cukup hanya dikawal oleh pemerintah saja. Partisipasi kelompok profesional, dunia usaha, dan masyarakat luas sangat menentukan keberhasilan pencapaian target tersebut.

Buku ini ditulis dengan bahasa populer dan sejauh mungkin menghindari penggunaan istilah yang hanya dimengerti oleh tenaga kesehatan saja. Peluncuran buku Penuntun Hidup Sehat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah kebiasaan serta perilaku masyarakat untuk meningkatkan dan menyelamatkan kehidupan anak. Dampak yang diharapkan adalah perubahan positif pada tata nilai dan keyakinan sosial tentang kehidupan, pertumbuhan, pembelajaran, perkembangan, perlindungan, perawatan dan dukungan kesehatan bagi anak.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-52907416-9, faks : 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail : puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@ depkes.go.id, dan kontak@ depkes.go.id.

(Smbr : http://www.depkes.go.id/)

Rabu, 11 Agustus 2010

peta jumlah pasien setia mekar

Rabu, 02 Juni 2010

T3S T3S

UJi Cobaaa