Senin, 08 November 2010

Meredakan Sakit Perut Dengan Cara Alami

Apa yang Anda lakukan saat sakit perut tiba-tiba menyerang? Mungkin rasa kesal yang datang mengikutinya serangan sakit ini. Sebenarnya banyak penyebab dari sakit perut, bisa karena Anda makan terlalu cepat, makan terlalu banyak atau makan masakan pedas, selain itu stres bisa juga jadi pemicu sakit perut. Tapi jangan khawatir, ada banyak obat yang bisa Anda pilih untuk meredakan sakit perut. Tapi kalau Anda penggemar pengobatan alami, coba simak beberapa yang kami sarankan ini.

1. Jahe. Herbal satu ini dipercaya dapat meringankan sakit perut. Jika perut Anda melilit-lilit, Anda bisa meminum teh jahe untuk meredakannya.

2. Teh chamomile juga dapat bermanfaat untuk meredakan sakit perut. Mungkin agak sulit mendapatkan teh ini, tapi sekarang juga sudah dijual di supermarket dalam bentuk kemasan.

3. Yogurt juga dapat membantu meringankan sakit perut. Saat bakteri jahat menyerang dan membuat perut Anda sakit, yogurt dengan kandungan bakteri baik dapat mengatasinya. Yogurt juga bekerja sangat baik sebagai laxative (pencahar) alami.

4. Peppermint dipercaya dapat membantu meringankan sakit perut. Jika tersedia, Anda bisa melarutkan peppermint oil dalam air hangat dan meminumnya. Jika tidak, permen peppermint juga bisa sedikit membantu.

5. Minum air putih sebanyak-banyaknya. Air dapat membantu menyiram bakteri keluar dari sistem tubuh dan lalu mengeluarkan racun ini dari tubuh.

6. Berbaring dan meletakkan kaki di tumpukan bantal juga bisa membantu meringankan sakit perut. Pejamkan mata dan tarik nafas dalam-dalam, isi botol kaca dengan air hangat dan letakkan di perut sembari Anda berbaring. Cara ini juga cukup meringankan untuk sakit perut akibat menstruasi. (kpl/erl) (http://www.kapanlagi.com/)

MENKES AJAK MASYARAKAT SEBARKAN PESAN KESEHATAN

Menkes mengajak berbagai kelompok masyarakat, guru, remaja, wanita, selebriti, swasta, media massa cetak dan elektronik, organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi untuk menyebarluaskan pesan kesehatan dan menjadikan diri sendiri sebagai teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat sesuai dengan peran dan profesi masing-masing.

“Semoga pesan kesehatan yang ada dalam buku ini dapat diterapkan sebagai kebiasaan hidup masyarakat Indonesia”, ujar Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal, dr. Ratna Rosita, MPHM saat peluncuran buku ”Penuntun Hidup Sehat” di Jakarta, Rabu 3 November 2010.

Menurut laporan UNICEF, pada tahun 2008, ada sekitar sembilan juta anak usia di bawah lima tahun yang meninggal akibat penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah. Dua per tiga lebih dari jumlah tersebut meninggal pada usia kurang dari satu tahun. Jutaan anak yang kemudian berhasil selamat, ternyata harus hidup dalam serba kekurangan, sehingga mereka tidak mampu mengembangkan potensinya secara optimal.

Menkes berharap melalui peluncuran buku ini akan memperkuat komitmen berbagai pihak untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Hasil yang dicapai dapat terlihat dari indikator kesehatan anak dan bayi yang menunjukkan kecenderungan membaik sejak tahun 1990an dan diharapkan tahun 2015 target dapat tercapai. Saat ini di Indonesia, angka kematian bayi (AKB) 34 per 1.000 kelahiran hidup, dan angka kematian ibu (AKI) mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup.

Namun upaya penurunan AKB dan AKI terkait target MDGs tahun 2015 ini tidak cukup hanya dikawal oleh pemerintah saja. Partisipasi kelompok profesional, dunia usaha, dan masyarakat luas sangat menentukan keberhasilan pencapaian target tersebut.

Buku ini ditulis dengan bahasa populer dan sejauh mungkin menghindari penggunaan istilah yang hanya dimengerti oleh tenaga kesehatan saja. Peluncuran buku Penuntun Hidup Sehat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah kebiasaan serta perilaku masyarakat untuk meningkatkan dan menyelamatkan kehidupan anak. Dampak yang diharapkan adalah perubahan positif pada tata nilai dan keyakinan sosial tentang kehidupan, pertumbuhan, pembelajaran, perkembangan, perlindungan, perawatan dan dukungan kesehatan bagi anak.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-52907416-9, faks : 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail : puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@ depkes.go.id, dan kontak@ depkes.go.id.

(Smbr : http://www.depkes.go.id/)

Rabu, 11 Agustus 2010

peta jumlah pasien setia mekar

Rabu, 02 Juni 2010

T3S T3S

UJi Cobaaa